Rabu, 20 Januari 2010

LAPORAN KKN

LAPORAN PELAKSANAAN
KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK
PENUNTASAN BUTA AKSARA (PBA)
DI DESA/KELURAHAN DELES
KECAMATAN BAWANG
KABUPATEN BATANG
TAHUN 2009

Oleh :
Feri Sulistianingrum 4101406549
Puji Siswo Prayitno 5201406536
Siti Rowiyah 3501406589
Suprapto 3201406046


LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2009



PENGESAHAN

Laporan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penuntasan Buta Aksara (PBA) Mahasiswa Universitas Negeri Semarang tahun 2009 di Kelurahan Deles Kecematan Bawang Kabupaten Batang telah disahkan pada :

Hari :
Tanggal :



Kepala Kelurahan





Muaenah
Dosen Pembimbing Lapangan





Drs. Cahyo Yuwono,M.Pd
NIP.





KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayahNya, sehingga Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Deles Kecamatan Bawang Kabupaten Batang dapat terselesaikan dengan lancar.
Sehubungan dengan telah terlaksananya Program Kerja KKN ini maka dalam kesempatan ini diucapkan terima kasih kepada :
1.Prof. Dr. H. Soedijono Sastroatmodjo, M.Si Selaku Rektor Universitas Negeri Semarang.
2.H. Bambang Bintoro,SE selaku Bupati Batang.
3.Sempu Hanggodjali, S.sos selaku Camat Bawang.
4.Drs. Bambang, BR. M.Si, selaku kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat ( LPM ) Unnes.
5.Drs. Cahyo Yuwono,M.Pd Selaku Dosen Koordinator Kecamatan KKN di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.
6.Sri Haryono, selaku Kepala UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Bawang.
7.Drs. Cahyo Yuwono, M.Pd, Selaku Dosen Pembimbing Lapangan dari Universitas Negeri Semarang.
8.Muaenah, Selaku Kepala Kelurahan Deles.
9.Ngadi , selaku kepala dusun Dawuhan Kelurahan Deles.
10.Mahyono, selaku RT dusun Losari Kelurahan Deles.
11.Ibu Muaenah dan keluarga yang telah bersedia direpotkan selama 45 hari
12.Segenap Perangkat Kecamatan Bawang dan Kelurahan Deles yang telah memberikan informasi kepada mahasiswa selama KKN.
13.Seluruh Warga Masyarakat Kelurahan Deles Kecamatan Bawang yang kami hormati dan kami banggakan.
14.Semua pihak yang tidak tersebutkan dan telah membantu terlaksananya KKN UNNES 2009 ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Disadari bahwa penyusunan Laporan KKN ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan waktu. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan dari semua pihak.
Akhirnya semoga Laporan Kuliah Kerja Nyata ini dapat bermanfaat bagi pembaca.



Batang , 9 September 2009



TIM KKN UNNES




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI v
DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................................vi
BAB I : PENDAHULUAN..............................................................................7
A. Latar Belakang 7
B. Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan 8
C. Kegiatan KKN Tematik PBA 9
D. Tempat Pelaksanaan KKN Tematik PBA 10
E. Waktu Pelaksanaan KKN Tematik PBA 11
F. Rencana Kegiatan Penyelengaraan Pendidikan Keaksaraan 12
BAB II : PROSES PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
KEAKSARAAN............................................................................... 14
A. Pendataan Calon Warga Belajar 14
B. Pembentukan Kelompok Belajar 14
C. Proses Pelaksanaan Pembelajaran 15
D. Tempat Dan Waktu Pembelajaaran 16
E. Pelaksanaan Evaluasi Hasil Pembelajaran 17
F. Tingkat Pencapaian Hasil Pembelajaran 18
G. Faktor Pendukung Dan Penghambat 18
H. Upaya Mengatasi Masalah 20
BAB III : PENUTUP..........................................................................................22
A. Kesimpulan 22
B. Rekomendasi 22
C. Kata Penutup 23
LAMPIRAN – LAMPIRAN


DAFTAR LAMPIRAN – LAMPIRAN

1.Daftar Kelompok Mahasiswa Peserta KKN Tematik PBA .(format 5)
2.Daftar nama dan identitas lengkap calon warga belajar yang berhasil didata mahasiswa pesertra KKN Tematik PBA. (format 1)
3.Daftar nama dan identitas lengkap warga belejar yang mengikuti proses pembelajaran. (format 2)
4.Daftar nama dan identitas lengkap warga belajar yang lulus evaluasi hasil pembelajaran. (format 3)
5.Rekapitulasi jumlah warga belajar pendidikan keaksaraan yang lulus evaluasi. (format 4)
6.Foto Copy Sertifikat SUKMA yang di bagikan kepada warga.
7.Struktur tim KKN tematik PBA UNNES 2009.
8.Program pelaksanaan KKN tematik PBA UNNES 2009 di Desa Deles.
9.Materi pembelajaran warga belajar.
10.Resep Masakan.
11.Daftar Nilai Hasil Evaluasi Warga Belajar Desa Deles.
12.Presensi Warga Belajar.
13.Foto – Foto Kegiatan.
14.Dokumen lain yang releven.




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di era globalisasi ini, khususnya di Indonesia belum sepenuhnya hasil pembangunan merata dan juga belum dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat khususnya yang berada di desa. Keberadaan pembangunan sangat perlu kerja sama antara elemen masyarakat dengan pemerintah. Apabila pembangunan tidak berjalan lancar, maka hal ini akan berdampak pada penurunan tingkat urbanisasi masyarakat desa ke kota untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Keadaan demikian akan menghambat kelancaran pembangunan di desa. Seperti Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) adalah kegiatan pembangunan yang berlangsung di desa meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat desa.
Pada hakikatna Perguruan Tinggi sebagai pusat pemeliharaan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan untuk mendidik mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian serta bersemangat untuk meneliti dan memiliki sikap tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara. Maka peran Perguruan Tinggi dan mahasiswa bagi usaha pembangunan nasional dan daerah ini perlu ditingkatkan peranannya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa mendatang.
Perguruan Tinggi dituntut untuk lebih berorientasi dan menyerasikan kurikulumnya terhadap kebutuhan pembangunan, sehingga dapat menghasilkan cendikiawan muda yang dapat menghayati dan mengatasi problema pembangunan dan kemasyarakatan serta berfungsi sebagai penerus pembangunan. Hal ini sangat penting, karena pada akhirnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi itu harus dikembangkan untuk kemaslahatan dan kemakmuran bersama.
Diantaranya bagian penting masalah pembangunan yang perlu mendapatkan perhatian khusus dan partisipasi dari Perguruan Tinggi adalah percepatan penuntasan buta aksara dan bimbingan lanjutan di Jawa Tengah merupakan urutan kedua terbesar setelah Jawa Timur. Dinas pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah memerlukan kerja keras dengan perencanaan yang matang untuk mewujudkan Jawa Tengah bebas buta aksara dalam waktu singkat tetapi terhalang SDM (Sumber Daya Manusia) yang terbatas. Hal ini yang mendorong pentingnya dilakukan kerjasama dengan pihak Perguruan Tinggi dalam penanganan program percepatan penuntasan buta aksara di Jawa Tengah karena ketersediaan SDM di Perguruan Tinggi baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya cukup kompeten.
Dari pemaparan latar belakang tadi, maka kegiatan KKN Tematik Pendidikan Keaksara yang merupakan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah dengan Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah memiliki harapan untuk dapat menjadi pilihan alternatif serta dapat dijadikan sebagai salah satu bekal yang efektif dan efisien bagi pemerintah dalam rangka membantu memperlancar dan mempercepat program pendidikan keaksara yang didalamnya terdapat usaha penuntasan buta huruf dan bimbingan keaksaraan di Jawa Tengah, sehingga tujuan Jawa Tengah pada tahun 2009 mengenai program bebas buta aksara dapat terlaksana dan berhasil.


B. Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan

(I) Tujuan Umum
a Melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi dalam bidang Pengabdian Masyarakat.
b Sebagai proses pendewasaan mahasiswa dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku secara realistis dan akademis yang dilandasi dengan semangat dan komitmen yang tinggi untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.
c Sebagai proses pembelajaran kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan seperangkat teori ynag telah diterima dibangku kuliah kepada masyarakat secara langsung.
d Sebagai proses pendidikan bagi mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian dalam mengawal pembangunan serta memiliki tanggungjawab yang tinggi terhadap masa depan bangsa dan Negara.
e Membentuk sarjana yang berilmu, cakap, berbudi pekerti luhur, serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi atas kesejahteraan masyarakat maupun masa depan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
f Membentuk sarjana penerus pembangunan yang mampu menghayati berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dan mampu mengembangkan pemikiran maupun penalaran untuk belajar memecahkan permasalahan yang kompleks secara pragmatis dan interdisipliner.
g Mendekatkan Perguruan Tinggi dengan masyarakat untuk menyesuaikan tuntutan pembangunan dan dinamika masyarakat.

(II) Tujuan Khusus
a Melaksanakan program percepatan penuntasan buta aksara di Jawa Tengah.
b Membantu pemerintah dalam upaya mewujudkan Jawa Tengah bebas buta aksara tahun 2009.
c Melengkapi Tugas Mata Kuliah

C. Kegiatan KKN Tematik PBA
1. Deskripsi Situasi dan Lokasi Kelurahan Deles.
Kelurahan Deles merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Bawang, yang dipimpin/dikepalai oleh seorang Kepala Kelurahan yaitu Ibu Muaenah.
a. Batas – batas wilayah Kelurahan Deles.
 Sebelah Utara : Kelurahan Candi Gugur
 Sebelah Selatan : Kelurahan Pranten
 Sebelah Barat : Kelurahan Sidoharjo
 Sebelah Timur : Kelurahan Gunung Sari

b. Luas daerah kelurahan Deles
Luas kelurahan 644,392 Ha, suhu rata – rata kelurahan Deles 260C, dengan dua perubahan musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kelurahan Deles dilewati dua aliran sungai yaitu sungai Bela dan sungai Arus, wilayahnya dikelilingi oleh kawasan pertanian sayur-mayur, khususnya daun bawang.

c. Orbitrasi
Orbitrasi merupakan jarak dari pusat pemerintahan, meliputi :
 jarak dari pusat pemerintahan kecamatan : 2 Km
 jarak dari pusat pemerintahan kota administrative : 45 Km
 jarak dari Ibukota Kotamadya Daerah Tingkat II : 65 Km
 jarak dari Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I : 145 Km
d. Pembagian Wilayah
Kelurahan Deles merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, yang mempunyai 8 wilayah, yang masing – masing di bawah pimpinan Kepala Dusun.
Tabel 1. Persebaran RT di kelurahan Deles
No Dusun Kepala Dusun RW RT
1 Dusun Deles Nur Khayati RW 01 RT 1 – 5
2 Dusun Gunung Mulyo Suroso RW 02 RT 6 – 10
3 Dusun Cepit Suripto RW 02 RT 11 – 15
4 Dusun Sido Mulyo Sugito RW 03 RT 16 – 19
5 Dusun Dawuhan Ngadi RW 04 RT 20 – 21
6 Dusun Kepyar Samsul Hadi RW 04 RT 22 – 24
7 Dusun Luwok Amin Sumono RW 05 RT 25 – 26
8 Dusun Losari Mahyono RW 05 RT 27
Sumber : Data monografi Kelurahan Deles, Per Agustus 2009

Kegiatan KKN Tematik PBA dilaksanakan selama 45 hari, mulai tanggal 27 Juli 2009 sampai dengan 9 September 2009 di Kelurahan Deles Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.
2. Rencana Kegiatan KKN Tematik PBA
Adapun rencana kegiatan KKN Tematik PBA antara lain meliputi kegiatan:
1. Identifikasi Keaksaraan
Warga Belajar yang dimasukkan dalam kegiatan pembelajaran adalah yang termasuk dalam kelompok ”DO” dan ”Buta Aksara Murni”.
2. Membuat Kesepakatan Belajar
Pembuatan kesepakatan tentang waktu dan tempat pembelajaran dilakukan dengan mengadakan sosialisasi dengan calon warga belajar. Penentuan kesepakatan belajar disesuaikan dengan calon warga belajar agar kegiatan pembelajaran tidak mengganggu kegiatan rutin warga belajar.
Kesepakatan tentang bahan ajar juga didiskusikan dengan calon belajar. Bahan ajar disesuaikan kebutuhan dan minat warga belajar agar dalam pembelajaran, warga belajar mempunyai inisiatif dan tidak cepat bosan.
3. Menyusun Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran disusun oleh tutor dan didiskusikan bersama dengan warga belajar. Rencana pembelajaran memuat aktifitas diskusi, membaca, menulis, berhitung, dan aksi (penerapan) sesuai dengan topik pembelajaran yang telah dipilih dan disepakati warga belajar.
4. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sesuai kesepakatan warga dan setelah melalui tiga kegiatan sebelumnya yang telah diuraikan di atas.
5. Kegiatan-kegiatan lain di samping kegiatan Tematik PBA
Sosialisasi dengan warga-warga lain selain calon warga belajar dilakukan dengan ikut dalam kegiatan sehari-hari di desa Deles. Diantarannya memberi pelajaran tambahan bagi anak-anak sekolah, mengajar baca tulis al-quran dan pengetahuan islam bagi anak-anak di bawah umur 14 tahun, membantu dalam kegiatan kerja bakti lingkungan, ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat sekitar, yaitu pengajian-pengajian dan pertunjukkan kuda lumping, serta kegiatan lain yang berhubungan dengan kemasyarakatan selama tidak mengganggu kegiatan KKN Tematik PBA.

D. Tempat Pelaksanaan KKN Tematik PBA
Tempat pelaksanaan kegiatan PBA (Penuntasan Buta Aksara) akan disesuaikan dengan kesepakatan warga belajar. Yang kemudian akan di bentuk kelompok belajar. Tempat pembelajaran itu hendaknya dekat dengan pemukiman warga, dan memiliki sarana dan prasarana serta kondisi yang mendukung proses pembelajaran tersebut. Setelah membuat kesepakatan bersama WB, diambil keputusan tempat untuk melakukan proses belajar-mengajar yaitu di rumah kepala dusun setempat.

E. Waktu Pelaksanaan KKN Tematik PBA
Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik PBA di Kelurahan Deles berlangsung selama 45 (empat puluh lima) hari yaitu mulai tanggal 27 Juli 2009 sampai dengan 9 September 2009.
Waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuiakan dengan waktu yang disepakati warga belajar dengan beberapa pertimbangan, yakni waktu tersebut adalah waktu yang sangat kondusif untuk melakukan proses pembelajaran serta diharapkankan pada waktu itu semua warga dapat menghadiri kegiatan belajar.
Pelaksanaan pembelajaran BA dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, yaitu mulai tanggal 30 Juli 2009 sampai tanggal 30 Agustus 2009. Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan enam kali dalam satu minggu. Adapun pelaksanaan ujian BA dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2009.

F. Rencana Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan
Sosialisasi dengan warga setempat diperlukan dalam langkah awal penyelenggaraan pendidikan keaksaraan. Dengan penjelasan yang jelas tentang kegiatan Penuntasan Buta Aksara dan memberikan pengertian pentingnya pendidikan bagi warga, diharapkan kegiatan ini didukung penuh oleh warga setempat, baik oleh calon warga belajar atau warga lain. Karena kegiatan ini ditujukan untuk orang dewasa (15-44 tahun) yang belum bisa membaca, menulis, dan berhitung, sambutan positif dari warga menjadi hal yang paling penting. Warga yang mau bekerja sama diharapkan mampu menyukseskan kegiatan ini. Dan untuk mengajak warga agar bisa bekerja sama, keikutsertaan mahasiswa KKN dalam kegiatan kemasyarakatan misal tahlilan, posyandu, atau kegiatan sehari-hari warga setempat menjadi langkah yang bisa dilakukan.
Kegiatan pembelajaran keaksaraan yang akan diadakan disesusaikan dengan metodologi keaksaraan fungsional, yaitu pembelajaran yang menitikberatkan pada minat dan kebutuhan warga belajar dengan memperhatikan konsep belajar untuk orang dewasa (andragogi) sebagai berikut :
a. Pembelajaran berorientasi pada masalah yang dihadapi warga belajar (problem oriented).
b. Pembelajaran berorientasi pada pengalaman sendiri warga belajar (experiences oriented).
c. Warga belajar bebas untuk belajar sesuai dengan pengalamannya, dan pengalaman bermakna (meaningfull) bagi warga belajar.
d. Tujuan pembelajaran ditentukan dan disetujui warga belajar melalui kontrak belajar (learning Contract).
e. Warga Belajar memperoleh umpan balik tentang pencapaian tujuan pembelajaran.
f. Motivasi instrinsik menghasilkan pembelajaran lebih mudah diserap dan lebih permanen.
g. Bahan ajar lebih mudah dipelajari oleh WB apabila sesuai dengan kebiasaannya.
h. Partisipasi aktif setiap WB dalam proses pembelajaran memperbaiki ingatan mereka.


BAB II
PROSES PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN

A. Pendataan Calon Warga Belajar
Setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Perangkat desa lainnya, diputuskan hanya dua dusun yang digarap, yaitu Dusun Dawuhan dan Dusun Losari. Adapun cara Pendataan calon warga belajar yang kami lakukan meliputi beberapa cara antara lain menghubungi dinas pendidikan luar sekolah (PLS) yang ada di dusun tersebut, berkoordinasi dengan kepala dusun dan perangkat dusun lainnya, berkoordinasi dengan mendatangi warga belajar dari rumah ke rumah ( door to door ). Pendataan yang berlangsung selama 5 hari, dilakukan pada hari kedua setelah penerjunan. Dari hasil pendataan selama 5 hari setelah di cross-check dengan PLS, terdapat warga belajar sebanyak 95 warga belajar. Yang diantaranya 34 warga belajar dalam proses pendidikan oleh dinas dan 61 warga belajar ditangani oleh tim KKN UNNES 2009. (data terlampir)

B. Pembentukan Kelompok Belajar
Data valid calon warga belajar yang didapat dengan metode yang telah disebutkan dan telah di-cross-check diklasifikasikan sesuai dengan alamat calon warga belajar. Klasifikasi warga sesuai dengan alamat tempat tinggal tersebut memudahkan dalam pembentukan kelompok belajar. Kesepakatan pembentukan kelompok belajar dilakukan dan didiskusikan bersama oleh tutor dan calon warga belajar.
Data hasil cross-check di lapangan sebanyak 61 warga belajar, yaitu 44 warga belajar dari Dukuh Dawuhan dan 17 warga belajar dari Dukuh Losari. Setelah mengadakan pertemuan perdana dan membuat kesepakatan bersama dengan Warga Belajar, maka dibentuk 2 kelompok belajar, yaitu kelompok Tunas Harapan yang terdiri dari 40 orang dan Kelompok Perintis Aksara yang terdiri dari 40 orang. Kelompok Tunas Harapan bertempat di rumah Bapak Ngadi selaku Kadus Dukuh Dawuhan RT 21 / 04 dan Kelompok Perintis Aksara bertempat di rumah Bapak Mahyono RT 27 / 5.

C. Proses Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan Pembelajaran dalam kelompok belajar keaksaraan fungsional terdiri atas lima kegiatan yaitu kegiatan diskusi, menulis, membaca, berhitung, dan keterampilan fungsional. Langkah tersebut bukanlah langkah yang baku atau kaku yang harus selalu berurutan, melainkan dapat dilakukan secara acak.
Banyak variasi tentang metode yang dapat digunakan tutor dalam membelanjarkan WB. Ketepatan penggunaan beberapa metode dan teknik pembelajaran sangat tergantung dengan kemampuan dasar yang sudah dimiliki WB, serta minat dan kebutuhan WB. Oleh karena itu keanekaragaman metode bisa digunakan sesuai dengan situasi, kondisi,minat, dan kebutuhan WB.
Metodologi pembelajaran keaksaraan yang digunakan antara lain:
1. Menggunakan bahasa daerah setempat (lokal) sebagai bahasa pengantar agar warga belajar lebih cepat memahami materi pembelajaran.
2. Menggunakan materi pembelajaran berupa peristiwa atau permasalahan yang berasal dari warga belajar.
3. Memberi kesempatan kepada setiap warga belajar untuk menulis dan membaca sendiri sesuai dengan kemampuan dasar masing-masing.
4. Membantu warga belajar agar percaya diri dan merasa senang bahwa mereka bisa menulis dan membaca.
5. Mengajarkan keterampilan menulis dan membaca sesuai dengan tingkat kemampuan warga belajar.
6. Menggunakan sarana dan media pembelajaran seperti buku bacaan, booklet, leaflet, dll sesuai dengan tingkat kemampuan warga belajar.
7. Memberi semangat kepada setiap warga belajar untuk saling membantu warga belajar lainnya yang belum bisa menulis dan membaca.
8. Melakukan kegiatan pembelajaran menulis dan membaca berulang-ulang dengan tema yang berbeda-beda agar warga belajar tidak cepat bosan.
Selama proses pembelajaran terjadi banyak perubahan kemampuan warga belajar. Beberapa ada yang mengalami perkembangan pesat dan ada juga yang masih terhambat. Kendala-kendala yang paling sering terjadi adalah kendala penglihatan yang sudah tidak normal karena faktor usia dan ingatan, juga dikarenakan faktor usia. Langkah-langkah yang diambil untuk menyeimbangkan perkembangan kemampuan belajar adalah sebagai berikut:
1. Memberikan motivasi secara personal kepada para warga belajar yang masih mengalami kesulitan dalam menerima bahan ajar dikarenakan dua faktor di atas.
2. Meminjami alat bantu penglihatan seadanya jika memungkinkan.
3. Pembelejaran disesuikan atau dikaitkan dengan kehidupanya sehari-harinya, dimana tiap-tiap kelompok mempunyai kesibukan masing-masing sehingga dalam proses pembelajaran lebih menarik.
4. Warga Belajar diajak berimajinasi dengan cara menghitung untung dan rugi dari setiap kegiatan yang mereka lakukan.
5. Bahan Ajar tematik yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran diperbanyak dan dibagikan dengan maksud agar bisa dipelajari sendiri oleh warga belajar di rumah masing-masing.
6. Warga belajar yang sudah mengalami perkembangan pesat dan dilihat sudah mampu membaca, menulis dan berhitung diberi kesempatan mengajari warga belajar yang belum bisa. Jadi, suasana yang tercipta bukanlah suasana belajar-mengajar antara tutor dan warga belajar, melainkan suasana diskusi dan belajar bersama antara tutor dan warga belajar. Hal tersebut juga untuk menghindari rasa minder karena bebrapa warga belajar lebih nyaman bertanya pada sesama warga belajar daripada bertanya kepada tutor.
7. Memberikan pre-tes yang soalnya dibuat berdasarkan buku Pedoman Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional untuk mengetahui tingkat kemampuan warga belajar.
8. Dari hasil pre-tes tersebut didapat data warga belajar yang belum mampu dan yang sudah mampu. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan memberikan pembelajaran private kepada warga belajar yang dirasa masih kurang mampu. Tempat dan waktu pembelajaran private diadakan di rumah warga belajar tersebut di luar jam pembelajaran kelompok belajar.

D. Tempat Dan Waktu Pembelajaaran
Tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran BA disesuaikan dengan kesepakatan warga belajar.
Jadwal kegiatan pembelajaran masing-masing kelompok belajar adalah sebagai berikut.
No NAMA TEMPAT WAKTU
1 Tunas Harapan Rumah
Bapak Ngadi Setiap Hari senin, rabu, jumat pukul 19.30-21.00
2 Perintis Aksara Rumah
Bapak Mahyono Setiap hari, kecuali hari Pon
pukul 16.30-18.00

E. Pelaksanaan Evaluasi Hasil Pembelajaran
1. Tahapan Penilaian Dalam Pendidikan Keaksaraan.
a. Penilaian sebelum proses pembelajaran :
Kemampuan awal setiap WB pada saat masuk kelompok belajar tidaklah sama. Setiap WB mempunyai kemampuan awal yang berbeda-beda, dari yang belum mengenal aksara sama sekali sampai dengan yang sudah mengetahui keaksaraan dalam standar tertentu. Kemampuan awal setiap WB, baik pada ketrampilan CALISTUNG dasarnya maupun minat dan kebutuhan fungsionalnya dapat dinilai sejak pertama kali pembelajaran dimulai.
b. Penilaian selama proses pembelajaran
Selama proses pembelajaran, dapat dilihat perkembangan tiap warga belajar. Peningkatan kemampuan belajar sudah dapat terlihat setelah pembelajaran berlangsung selama 2 minggu.
Peningkatan yang terjadi pada kemampuan warga belajar dapat digolongkan sebagai berikut:
1) Warga belajar yang semula buta aksara murni, setelah 2 minggu pembelajaran sudah bisa menuliskan ke-26 alphabet dengan lancar. Hal ini didapat setelah diberi kopi bahan ajar tematik yang berupa tabel huruf dan angka.
2) Warga belajar dengan status keaksaraan DO 1, DO 2, dan DO 3 mampu membaca dan menulis lebih baik dan lebih cepat.
c. Penilaian akhir pembelajaran
Setelah pembelajaran keaksaraan yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan, dari 30 Juli – 30Agustus 2009, kemampuan keaksaraan tiap WB mengalami kemajuan yang bervariasi. Dan untuk menciptakan standard kemampuan WB, ujian diadakan serentak dengan soal yang dibuat langsung oleh Dinas Pendidikan Nasional. Ujian dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2009 dan diberikan tenggang waktu untuk dilakukannya remidi bagi WB yang belum memenuhi standard lulus evaluasi sampai tanggal 4 Agustus 2009.

F. Tingkat Pencapaian Hasil Pembelajaran
Tingkat pencapaian hasil pembelajaran (nilai akhir) diperoleh dari penilaian secara tidak langsung setiap pertemuan pembelajaran serta hasil ujian akhir. Bagi WB yang lulus dengan kriteria bersyarat (menguasai calistung) akan memperoleh SUKMA (Surat Melek Aksara) I sebagai bukti pencapaian belajar tingkat dasar dan SUKMA II sebagai bukti pencapaian belajar tingkat lanjut.
Dari 40 warga belajar yang mengikuti kegiatan pembelajaran, dapat dilihat peningkatan kemampuan yang terjadi. Dari yang semula murni buta aksara, setelah pembelajaran berlangsung sudah bisa menuliskan nama, umur, tempat tinggal dan juga satu kalimat lengkap yang terdiri dari minimal 7 kata. Dan yang sebelumnya telah mendapatkan SUKMA I, setelah pembelajaran berlangsung mampu membuat paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat dalam bahasa indonesia dan memahami maknanya. Mampu menuliskan resep masakan dan cara membuatnya menggunakan bahasa indonesia, mampu menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Warga belajar juga mampu membaca kembali apa yang sudah ditulis dengan baik.

G. Faktor Pendukung dan Penghambat
1. Faktor Pendukung
a) Kondisi masyarakat yang mayoritas beragama Islam taat. Sehingga tercipta suasana aman, nyaman, dan kondusif untuk mendukung pelaksanaan kegiatan KKN Tematik PBA.
b) Kerjasama yang baik yang terjalin antara warga, perangkat desa, termasuk dalam hal ini Kepala Desa dan Ketua RT/RW dan mahasiswa KKN Tematik PBA itu sendiri.
c) Sudah tersedianya data calon warga belajar yang dimiliki UPTD Bawang untuk desa Deles. Pendataan calon warga belajar yang dilakukan Tim KKN berdasar data tersebut. Dengan kuota 1 mahasiswa KKN diharapkan mampu mengentaskan 10 orang buta aksara. Jumlah warga belajar yang harus dientaskan adalah 80 orang. Pemenuhan kuota warga belajar itu dibantu oleh Guru Pioneer setempat dengan memberikan 40 orang calon warga belajar yang belum digarap oleh UPTD. Pencapaian kuota sisa dilakukan dengan berbagai cara yang sudah dijelaskan di atas.
d) Berkaitan dengan pendeklarasian bahwa Batang Bebas Buta Aksara, maka Tim KKN UNNES ditunjuk untuk melakukan pembelajaran di dua dusun saja yang dianggap banyak terdapat warga buta aksara, yaitu dusun Dawuhan dan dusun Losari. Hal ini mempermudah dalam hal pencapaian lokasi pembelajaran tapi juga sekaligus mempersulit pencapaian kuota warga belajar.
e) Status keaksaraan warga belajar mayoritas DO 2 dan DO3. hal tersebut memudahkan dalam proses kegiatan pembelajaran karena mereka sudah mempunyai dasar keaksaraan. Warga belajar tersebut dibantu untuk mengingat penggunaan aksara dan cara berhitung yang sudah lama tidak mereka gunakan.
2. Faktor Penghambat
Hambatan pelaksanaan program Pemberantasan Buta Aksara antara lain adalah:
a. Lokasi desa yang dikelilingi oleh hutan sengon dan sawah-sawah, serta letak Dusun yang agak jauh-jauh dan proses belajar-mengajar yang berlangsung menyampai pukul 21.30 malam,tidak adanya lampu penerangan jalan, sehingga keadaan jalanan gelap gulita. Kondisi jalan yang berbukit-bukit dan yang sudah rusak menjadikan komunikasi dan interaksi dari desa menuju kelurahan sedikit terhambat.
b. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca, menulis dan berhitung yang diselenggarakan melalui PBA.
c. Dalam pendataan calon warga belajar yang dilakukan door to door, sebagian besar warga menutupi status keaksaraan masing-masing. Walaupun nama mereka tercantum dalam daftar nama yang diberikan ketua RT/RW, calon warga mengaku tidak buta aksara dan menolak mengikuti kegiatan pembelajaran. Calon warga belajar yang sudah terdata, beberapa menolak mengikuti kegiatan pembelajaran dikarenakan malu.
d. Warga belajar yang rata-rata berumur di atas 40 tahun mengalami gangguan penglihatan mata tua dan kesulitan mengingat dikarenakan umur.
e. Mata pencaharian warga belajar yang mayoritas sebagai petani menyulitkan dalam pembagian waktu pembelajaran.
f. Setiap pembelajaran akan dimulai, Warga Belajar belum ada di tempat pembelajaran, sehingga tutor atau pengajar harus mengumumkan terlebih dahulu kepada warga belajar untuk segara datang ke tempat pembelajaran.
g. Terbatasnya alat transportasi yang tersedia menyulitkan kegiatan pembelajaran dilaksanakan.

H. Upaya Mengatasi Masalah
Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut di atas antara lain:
1. Melakukan pendekatan dengan warga melalui kunjungan kerumah-rumah untuk bersilaturahmi serta memberikan pengarahan dan pengertian akan pentingnya pendidikan.
2. Mengadakan kegiatan-kegiatan di luar PBA yang mampu mempererat hubungan dengan WB seperti melakukan kerja bakti bersama, mengadakan pertandingan persahabatan sepak bola antar kelurahan dan suporter sepak bola, Melatih Pramuka di Sekolah Dasar, pengajian, kerja bakti agar menarik perhatian warga sekitar serta mengikuti kegiatan penimbangan bersama bidan desa sehingga ibu-ibu tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
3. Bantuan kepala desa, ketua RT/RW sangat diperlukan untuk memberikan pengarahan kepada calon warga belajar untuk mengikuti kegiatan ini karena mengingat pentingnya pendidikan bagi warga.
4. Memberikan pengertian pada Warga Belajar bahwa waktu pembelajaran hanya sebentar jadi di harapkan warga belajar datang lebih awal.
5. faktor umur yang menjadi hambatan seperti gangguan penglihatan mata tua dan ingatan yang sudah lemah, diatasi dengan membuat tulisan yang besar agar mudah dilihat. Ingatan warga belajar yang sudah lemah diupayakan dengan mengulangi bahan ajar pertemuan sebelumnya pada awal kegiatan pembelajaran dan setelah itu baru melanjutkan ke bahan ajar selanjutnya.
6. Memberikan motivasi secara personal sehingga WB mempunyai alasan yang kuat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh tim KKN UNNES 2009.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Sebagian besar penduduk Desa Deles bermatapencaharian sebagai petani. Adanya program yang serupa dengan PBA yaitu KF yang pernah dilaksanakan di Desa Deles dan data yang telah ada, memudahkan dalam pendataan warga belajar. Akan tetapi karena beberapa kali telah diadakan pembelajaran oleh tutor-tutor sebelumnya warga belajar menjadi enggan melakukan pembelajaran dengan tim KKN karena telah bosan.
Jumlah warga belajar yang mengikuti pembelajaran dan mengikuti ujian Sukma berjumlah 40 orang. Proses pelaksanaan pembelajaran PBA dilaksanakan di 2 tempat. Adapun perincian pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:
No NAMA TEMPAT WAKTU
1 Tunas Harapan Rumah Bapak Ngadi Jumat, 19.30 - 21.00
2 Perintis Aksara Rumah Bapak Mahyono Setiap Hari, 15.30 - 17.00

B. Rekomendasi
1. Bagi Desa Deles:
a. Masyarakat Desa Deles hendaknya lebih menyadari akan pentingnya pendidikan bagi kelangsungan masa depan putra-putri mereka.
b. Masyarakat Desa Deles agar lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi segala hal.
c. Masyarakat desa lebih meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa, termasuk program yang berhubungan dengan pendidikan dan keterampilan.
d. Lebih ditingkatkannya kerja sama antara masyarakat, dukuh dan pemerintah desa dalam hal pembangunan dan kemajuan Desa Deles.
2. Bagi Kecamatan Bawang :
a. Semoga program PBA yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unnes dapat ditindak lanjuti demi tercapainya tujuan pengentasan buta aksara.
b. Adanya koordinasi antarinstansi yang mengurusi penuntasan buta aksara sehingga tidak terjadi tumpang tindih program yang akhirnya mengakibatkan tumpang tindih anggaran pemberantasan buta aksara.
c. Adanya koordinasi antarinstansi yang mengurusi penuntasan buta aksara sehingga tidak terjadi data ganda jumlah orang yang masih menyandang buta aksara.
d. Kerja sama antara pemerintah desa dan pihak kecamatan lebih ditingkatkan.
3. Bagi Universitas Negeri Semarang (Unnes) :
a. Pembekalan KKN sebaiknya dilaksanakan dan dipersiapkan dengan matang.
b. Sebaiknya Unnes mengadakan observasi langsung ke lokasi KKN PBA sebelum melaksanakan penerjunan mahasiswa ke lokasi KKN. Hal ini terkait dengan besarnya kuota mahasiswa per desa yang seharusnya juga diseimbangkan dengan jumlah penduduk, luas wilayah, dan jumlah warga buta aksara.
b. Sebaiknya ATK yang akan dipergunakan sebagai bahan ajar maupun penunjang kegiatan KKN diberikan sebelum pemberangkatan, agar ketika mahasiswa sampai di tempat posko KKN bisa langsung menggunakannya.

C. Kata Penutup
Laporan ini pada dasarnya berisi tentang pelaksanaan program penuntasan buta aksara sekaligus pedoman penyusunan bahan ajar tematik. Hal ini dimaksudkan sebagai panduan atau teknis bagi setiap mahasiswa peserta KKN Tematik PBA yang akan menjadi tutor dalam program Penuntasan Buta Aksara.
Oleh karena petunjuk teknis yang tercantum dalam laporan ini masih cukup global, maka setiap mahasiswa yang akan menjadi tutor dituntut untuk mampu mengembangkan dan memperkaya dengan kreatifitasnya sesuai dengan kondisi lingkungan masyarakat dan warga belajar, serta kebutuhan masing-masing kelompok belajar.
Akhirnya, semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca khususnya mahasiswa yang akan mengikuti KKN program Tematik Penuntasan Buta Aksara sehingga dapat mengantarkan tercapainya tujuan utama KKN Tematik PBA yakni untuk menuntaskan masyarakat buta aksara di Jawa Tengah.




DAFTAR LAMPIRAN – LAMPIRAN

1. Daftar Kelompok Mahasiswa Peserta KKN Tematik PBA .(format 5)
2. Daftar nama dan identitas lengkap calon warga belajar yang berhasil didata mahasiswa pesertra KKN Tematik PBA. (format 1)
3. Daftar nama dan identitas lengkap warga belejar yang mengikuti proses pembelajaran. (format 2)
4. Daftar nama dan identitas lengkap warga belajar yang lulus evaluasi hasil pembelajaran. (format 3)
5. Rekapitulasi jumlah warga belajar pendidikan keaksaraan yang lulus evaluasi. (format 4)
6. Foto Copy Sertifikat SUKMA yang di bagikan kepada warga.
7. Struktur tim KKN tematik PBA UNNES 2009.
8. Program pelaksanaan KKN tematik PBA UNNES 2009 di Desa Deles.
9. Materi pembelajaran warga belajar.
10. Resep Masakan.
11. Daftar Nilai Hasil Evaluasi Warga Belajar Desa Deles.
12. Presensi warga Belajar.
13. Foto – Foto Kegiatan.
14. Dokumen lain yang releven.


Lampiran 1
DAFTAR KELOMPOK MAHASISWA
PESERTA KKN TEMATIK PBA TAHUN 2009

Kecamatan : Deles
Kabupaten/Kota : Batang

NO DESA/KELURAHAN NAMA NIM FAK/JURUSAN
1 Deles Suprapto 3201406046 FIS/GEOGRAFI
2 Deles Siti Rowiyah 3501406589 FIS/SOSANT
3 Deles Feri Sulistianingrum 4101406041 MIPA/MATEMATIKA
4 Deles Puji Siswo Prayitno 5201406536 FT/MESIN



Lampiran 2

DAFTAR CALON WARGA BELAJAR
PENDIDIKAN KEAKSARAAN TINGKAT DASAR

Desa : Deles
Kecamatan : Bawang
Kabupaten/Kota : Batang

NO NAMA TPT & TGL LAHIR / UMUR ALAMAT (RT/RW) L/P STATUS KEAKSARAAN

1 Busro Batang, 31 Des 1971 Dk. Losari RT 27 RW 05 L DO 3
2 Tukri Batang, 31 Des 1979 Dk. Losari RT 27 RW 05 L DO 3
3 Sapari Batang, 31 Des 1964 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
4 Waginah Batang, 31 Des 1969 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
5 Saumi Batang, 31 Des 1974 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
6 Nisro Batang, 31 Des 1951 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
7 Tunut Batang, 31 Des 1958 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
8 Siyam Batang, 31 Des 1957 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
9 Misrodin Batang, 31 Des 1964 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
10 Ngatmini Batang, 31 Des 1974 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
11 Tuham Batang, 31 Des 1969 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
12 Riyanto Batang, 31 Des 1970 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
13 Surip Batang, 31 Des 1978 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
14 Rohidin Batang, 31 Des 1977 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
15 Bandiyah Batang, 31 Des 1975 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
16 Mahjono Batang, 31 Des 1954 Dk. Losari RT 27 RW 05 L DO 2
17 Sariyem Batang, 31 Des 1957 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
18 Slamet Batang, 31 Des 1962 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 1
19 Pariyah Batang, 31 Des 1968 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 1
20 Sukri Batang, 31 Des 1957 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L BM
21 Tusri Batang, 31 Des 1959 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 1
22 Suripah Batang, 15 Des 1974 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3
23 Surip Batang, 31 Des 1984 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
24 Bawon Batang, 31 Des 1980 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
25 Nurohmat Batang, 31 Des 1988 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 1
26 Nemi Batang, 31 Des 1950 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
27 Tutur Batang, 31 Des 1960 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO 1
28 Asanah Batang, 31 Des 1967 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
29 Amad Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO2
30 Riyanto Batang, 31 Des 1955 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
31 Suyono Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO 3
32 Mahri Batang, 10 Nov 1957 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
33 Sutrisno Batang, 31 Des 1949 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 1
34 Parmi Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 2
35 Nimah Batang, 31 Des 1979 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
36 Suyudi Batang, 31 Des 1955 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
37 Warni Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO1
38 Solihin Batang, 31 Des 1960 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
39 Butuk Batang, 31 Des 1968 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
40 Misni Batang, 31 Des 1960 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
41 Wartini Batang, 31 Des 1963 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
42 Poyem Batang, 31 Des 1959 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
43 Sariyah Batang, 16 Des 1965 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 1
44 Manisah Batang, 23 Juli 1948 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
45 Saiyah Batang, 25 Feb 1964 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
46 Suratmi Batang, 31 Des 1979 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
47 Marni Batang, 31 Des 1957 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
48 Taryono Batang, 29 Nov 1956 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 3
49 Satem Batang, 31 Des 1962 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
50 Murip Batang, 31 Des 1972 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
51 Diono Batang, 04 Mar 1967 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L BM
52 Tarwah Batang, 31 Des 1955 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 3
53 Turah Batang, 31 Des 1959 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3
54 So'adi Batang, 31 Des 1943 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
55 Daimin Batang, 31 Des 1944 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
56 Misriyah Batang, 31 Des 1966 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3
57 Tahyono Batang, 31 Des 1947 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 2
58 Saumi Batang, 20 Juli 1965 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
59 Sumiati Batang, 22 Nov 1962 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
60 Surat Batang, 31 Des 1948 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
61 Turah Batang, 31 Des 1959 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3



Lampiran 3

DAFTAR WARGA BELAJAR
MENGIKUTI PROSES PEMBELAJARAN KEAKSARAAN TINGKAT DASAR

Desa : Deles
Kecamatan : Bawang
Kabupaten/Kota : Batang

NO NAMA TPT & TGL LAHIR / UMUR ALAMAT (RT/RW) L/P STATUS KEAKSARAAN

1 Busro Batang, 31 Des 1971 Dk. Losari RT 27 RW 05 L DO 3
2 Tukri Batang, 31 Des 1979 Dk. Losari RT 27 RW 05 L DO 3
3 Sapari Batang, 31 Des 1965 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
4 Waginah Batang, 31 Des 1969 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
5 Saumi Batang, 31 Des 1974 Dk. Losari RT 27 RW 05 P DO 3
6 Nisro Batang, 31 Des 1969 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
7 Ngatmini Batang, 31 Des 1972 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
8 Riyanto Batang, 31 Des 1966 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
9 Surip Batang, 31 Des 1974 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
10 Tuham Batang, 31 Des 1958 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
11 Mahjono Batang, 31 Des 1954 Dk. Losari RT 27 RW 05 L DO 2
12 Sariyem Batang, 31 Des 1957 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
13 Slamet Batang, 31 Des 1962 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 1
14 Pariah Batang, 31 Des 1968 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 1
15 Daryono Batang, 31 Des 1947 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L BM
16 Nemi Batang, 31 Des 1950 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO1
17 Asanah Batang, 31 Des 1967 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
18 Amad Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO2
19 Surat Batang, 31 Des 1948 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
20 Turah Batang, 31 Des 1959 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3
21 Suyono Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO 3
22 Suripah Batang, 15 Des 1974 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3
23 Misriyah Batang, 31 Des 1966 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3
24 Taryono Batang, 29 Nov 1955 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 3
25 Manisah Batang, 23 Juli 1947 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
26 Saumi Batang, 20 Juli 1965 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
27 Saiyah Batang, 25 Feb 1964 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
28 Parmi Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 2
29 Satem Batang, 31 Des 1962 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
30 Sumiati Batang, 22 Nov 1962 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
31 Sariyah Batang, 16 Des 1965 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 1
32 Mahri Batang, 10 Nov 1957 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
33 Slamet Batang, 31 Des 1960 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO 2
34 Diono Batang, 04 Mar 1967 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L BM
35 Tarwah Batang, 31 Des 1955 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 3
36 Tutur Batang, 31 Des 1960 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO 1
37 Riyanto Batang, 31 Des 1955 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
38 Daimin Batang, 31 Des 1944 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
39 Poyem Batang, 31 Des 1959 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
40 Tahyono Batang, 31 Des 1947 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 2



Lampiran 4

DAFTAR WARGA BELAJAR
LULUS EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN KEAKSARAAN TINGKAT DASAR


Desa : Deles
Kecamatan : Bawang
Kabupaten/Kota : Batang

NO NAMA TPT & TGL LAHIR / UMUR ALAMAT (RT/RW) L/P STATUS KEAKSARAAN

1 Busro Batang, 31 Des 1971 Dk. Losari RT 27 RW 05 L DO 3
2 Tukri Batang, 31 Des 1979 Dk. Losari RT 27 RW 05 L DO 3
3 Sapari Batang, 31 Des 1965 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
4 Waginah Batang, 31 Des 1969 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
5 Saumi Batang, 31 Des 1974 Dk. Losari RT 27 RW 05 P DO 3
6 Nisro Batang, 31 Des 1969 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
7 Ngatmini Batang, 31 Des 1972 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
8 Riyanto Batang, 31 Des 1966 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
9 Surip Batang, 31 Des 1974 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
10 Tuham Batang, 31 Des 1958 Dk. Losari RT 27 RW 05 L BM
11 Mahjono Batang, 31 Des 1954 Dk. Losari RT 27 RW 05 L DO 2
12 Sariyem Batang, 31 Des 1957 Dk. Losari RT 27 RW 05 P BM
13 Slamet Batang, 31 Des 1962 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 1
14 Pariah Batang, 31 Des 1968 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 1
15 Daryono Batang, 31 Des 1947 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L BM
16 Nemi Batang, 31 Des 1950 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO1
17 Asanah Batang, 31 Des 1967 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
18 Amad Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO2
19 Surat Batang, 31 Des 1948 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
20 Turah Batang, 31 Des 1959 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3
21 Suyono Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO 3
22 Suripah Batang, 15 Des 1974 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3
23 Misriyah Batang, 31 Des 1966 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P DO 3
24 Taryono Batang, 29 Nov 1955 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 3
25 Manisah Batang, 23 Juli 1947 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
26 Saumi Batang, 20 Juli 1965 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
27 Saiyah Batang, 25 Feb 1964 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
28 Parmi Batang, 31 Des 1958 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 2
29 Satem Batang, 31 Des 1962 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P BM
30 Sumiati Batang, 22 Nov 1962 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 3
31 Sariyah Batang, 16 Des 1965 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 P DO 1
32 Mahri Batang, 10 Nov 1957 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
33 Slamet Batang, 31 Des 1960 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO 2
34 Diono Batang, 04 Mar 1967 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L BM
35 Tarwah Batang, 31 Des 1955 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 3
36 Tutur Batang, 31 Des 1960 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L DO 1
37 Riyanto Batang, 31 Des 1955 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
38 Daimin Batang, 31 Des 1944 Dk. Dawuhan RT 21 RW 04 L BM
39 Poyem Batang, 31 Des 1959 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 P BM
40 Tahyono Batang, 31 Des 1947 Dk. Dawuhan RT 20 RW 04 L DO 2



Lampiran 5

REKAPITULASI JUMLAH WARGA BELAJAR
LULUS EVALUASI PENDIDIKAN KEAKSARAAN TINGKAT DASAR

Desa : Deles
Kecamatan : Bawang
Kabupaten/Kota : Batang

NO DUSUN/RW JUMLAH WB TERDATA JUMLAH WB MENGIKUTI PROSES PEMBELJARAN JUMLAH WB LULUS EVALUASI
1 Dawuhan / RW 04 44 28 28
2 Losari / RW 05 17 12 12



Lampiran 7

STRUKTUR TIM KKN TEMATIK PBA UNNES 2009
DESA DELES KECAMATAN BAWANG

Kormades
Suprapto




Wakil Kormades
Puji Siswo Prayitno



Sekretaris Bendahara
Feri Sulistianingrum Siti Rowiyah

Lampiran 8

PROGRAM PELAKSANAAN
KKN TEMATIK PBA UNNES TAHUN 2009
DI DESA DELES KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BATANG

No. Waktu Kegiatan Keterangan
1. 27 Juli – 1 Agustus 2009 Pencarian, survay ‘door to door’ dan Identifikasi warga belajar
2. 30 Juli – 1 Agustus 2009 Sosialisasi dan Pertemuan perdana dengan warga belajar
3. 31 Juli – 31 Agustus 2009 Pre-test dan Proses Pembelajaran
4. 1 September – 3 September 2009 Evaluasi warga belajar
5. 4 September – 9 September 2009 Pengumpulan hasil evaluasi, pengurusan SUKMA dan pengurusan laporan KKN


Lampiran 9
MATERI PEMBELAJARAN WARGA BELAJAR
KEAKSARAAN TINGKAT DASAR KELOMPOK PERINTIS AKSARA
DESA DELES KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BATANG
No. Pertemuan Tanggal Materi
1 1 30 Juli 2009 Pre-test
2 2 31 Juli 2009 Pengenalan huruf A – Z dan angka
3 3 1 Agustus 2009 Menghafal huruf A – Z
4 4 2 Agustus 2009 Menulis huruf A – Z
5 5 4 Agustus 2009 Membaca dan menulis suku kata
6 6 5 Agustus 2009 Pelancaran membaca
7 7 6 Agustus 2009 Merangkai kata berdasarkan suku kata
8 8 7 Agustus 2009 Membaca dan menulis kata
9 9 9 Agustus 2009 Merangkai kata menjadi kalimat
10 10 10 Agustus 2009 Membaca kalimat
11 11 11 Agustus 2009 Pelancaran membaca kalimat
12 12 12 Agustus 2009 Penulisan dan penghafalan bentuk angka
13 13 14 Agustus 2009 Penulisan angka dalam kalimat
14 14 15 Agustus 2009 Pengenalan operasi hitung penjumlahan
15 15 16 Agustus 2009 Latihan soal operasi hitung penjumlahan
16 16 18 Agustus 2009 Pengenalan operasi hitung pengurangan
17 17 19 Agustus 2009 Latihan soal operasi hitung pengurangan
18 18 20 Agustus 2009 Latihan operasi hitung campuran
19 19 21 Agustus 2009 Pengenalan operasi hitung perkalian
20 20 23 Agustus 2009 Latihan soal operasi hitung perkalian
21 21 24 Agustus 2009 Pengenalan operasi hitung pembagian
22 22 25 Agustus 2009 Latihan soal operasi hitung pembagian
23 23 26 Agustus 2009 Latihan soal cerita
24 24 27 Agustus 2009 Mengenal, menulis, dan menghitung jumlah hari dalam bulan Masehi
25 25 29 Agustus 2009 Menulis cara pembuatan basgor
26 26 30 Agustus 2009 Penulisan tentang anggota keluarga
27 27 31 Agustus 2009 Penghitungan harga penjualan dan penentuan laba rugi
28 28 1 Sptmbr 2009 Evaluasi
29 29 2 Sptmbr 2009 Evaluasi
30 30 3 Sptmbr 2009 Evaluasi


MATERI PEMBELAJARAN WARGA BELAJAR
KEAKSARAAN TINGKAT DASAR KELOMPOK TUNAS HARAPAN
DESA DELES KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BATANG
No. Pertemuan Tanggal Materi
1 1 31 Juli 2009 Pre-test
2 2 3 Agustus 2009 Pengenalan huruf A – Z dan angka
3 3 5 Agustus 2009 Menghafal dan menulis huruf A – Z
4 4 7 Agustus 2009 Membaca dan menulis suku kata
5 5 8 Agustus 2009 Merangkai kata berdasarkan suku kata
6 6 10 Agustus 2009 Membaca dan menulis kata
7 7 12 Agustus 2009 Merangkai kata menjadi kalimat
8 8 14 Agustus 2009 Membaca dan menulis kalimat
9 9 17 Agustus 2009 Penulisan dan penghafalan bentuk-bentuk angka
10 10 18 Agustus 2009 Pengenalan dan latihan soal operasi hitung penjumlahan
11 11 19 Agustus 2009 Latihan dan latihan soal operasi hitung pengurangan
12 12 21 Agustus 2009 Pengenalan dan latihan soal operasi hitung perkalian
13 13 23 Agustus 2009 Pengenalan dan latihan soal operasi hitung pembagian
14 14 24 Agustus 2009 Mengenal, menulis, dan menghitung jumlah hari dalam bulan Masehi
15 15 25 Agustus 2009 Penulisan tentang anggota keluarga
16 16 26 Agustus 2009 Pengetahuan umum tentang desa dan kecamatan
17 17 29 Agustus 2009 Pengetahuan umum tentang Indonesia
18 18 30 Agustus 2009 Penulisan cara membuat klepon dan brondong
19 19 31 Agustus 2009 penghitungan harga penjualan dan penentuan laba rugi
20 20 1 Sptmbr 2009 Evaluasi
21 21 2 Sptmbr 2009 Evaluasi
22 22 3 Sptmbr 2009 Evaluasi


Lampiran 10

KLEPON

Bahan:
1. 1,5 Kg tepung beras ketan
2. 0,5 gula jawa
3. 1 buah kelapa
4. Garam secukupnya
5. 7 helai daun pandan
6. Essens pandan
7. Air nineral secukupnya

Cara membuat:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang di butuhkan.
2. Tepung dicampur air, garam, dan essens pandan kemudian diaduk sampai merata.
3. Adonan dibentuk bulat kecil-kecil sesuai selera, dan di dalamnya diberi irisan gula jawa.
4. Kelapa di parut.
5. Masak air sampai mendidih, masukkan daun pandan, kemudian masukkan adonan yang telah dibentuk satu persatu.
6. Tiriskan adonan yang telah masak jika sudah mengapung.
7. Adonan telah matang disajikan dalam piring, kemudian ditaburi parutan kelapa.
8. Hidangan klepon siap untuk dinikmati.



BRONDONG

Bahan:
1. 2 Kg Jagung
2. Beras ketan
3. Gula pasir
4. Gula jawa
5. Minyak sayur
6. Plastik alas
7. Vanili
8. Obat perekat
9. Minyak tanah

Cara membuat:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Jagung atau beras ketan kering di masukkan ke dalam oven selama 20 menit.
3. Setelah mengembang, keluarkan brondong dari oven kemudian di dinginkan.
4. Siapkan wajan, kemudian buat caramel gula jawa di tambah air dan obat perekat.
5. Setelah caramel siap, masukkan brondong, aduk hingga merata dan saling menggumpal.
6. Setelah rata, tiriskan dalam nampan, kemudian padatkan dan potong dengan pisau sesuai selera.
7. Brondong manis siap di hidangkan.



Lampiran 11

REKAPITULASI NILAI HASIL EVALUASI
WARGA BELAJAR KELOMPOK PERINTIS AKSARA
DESA DELES KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BATANG
No. Nama Nilai Kompetensi Keterangan
Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis Berhitung
1. Busro 85 75 85 85 80 LULUS
2. Tukri 85 75 80 80 80 LULUS
3. Sapari 60 60 65 70 65 LULUS
4. Saumi 75 65 70 65 70 LULUS
5. Waginah 75 65 65 70 70 LULUS
6. Nisro 65 70 70 65 65 LULUS
7. Ngatmini 65 65 60 60 70 LULUS
8. Riyanto 70 70 70 70 70 LULUS
9. Surip 70 65 65 65 70 LULUS
10. Tuham 65 70 65 65 70 LULUS
11. Mahjono 60 60 70 80 80 LULUS
12. Sariyem 70 70 65 75 80 LULUS
13. Slamet 70 70 70 70 70 LULUS
14. Pariyah 70 70 70 65 70 LULUS
15. Daryono 70 65 70 60 70 LULUS
16. Nemi 65 65 70 65 70 LULUS
17. Asanah 70 70 65 65 70 LULUS
18. Amad 70 70 70 65 65 LULUS
19. Surat 80 70 70 75 65 LULUS
20. Turah 80 75 75 70 75 LULUS



REKAPITULASI NILAI HASIL EVALUASI
WARGA BELAJAR KELOMPOK TUNAS HARAPAN
DESA DELES KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BATANG
No. Nama Nilai Kompetensi Keterangan
Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis Berhitung
1. Suyono 80 80 80 80 80 LULUS
2. Suripah 70 65 75 80 75 LULUS
3. Misriyah 80 80 70 80 80 LULUS
4. Taryono 80 80 75 80 85 LULUS
5. Manisah 75 75 75 75 80 LULUS
6. Saumi 80 80 85 80 100 LULUS
7. Saiyah 85 85 75 75 75 LULUS
8. Parmi 70 70 70 70 80 LULUS
9. Satem 75 70 70 65 75 LULUS
10. Sumiati 80 80 70 70 70 LULUS
11. Sariyah 80 80 65 75 75 LULUS
12. Mahri 75 60 75 70 70 LULUS
13. Slamet 80 75 80 80 75 LULUS
14. Diono 75 65 70 60 70 LULUS
15. Tarwah 80 70 75 80 80 LULUS
16. Tutur 75 70 70 70 70 LULUS
17. Riyanto 70 70 65 65 70 LULUS
18. Daimin 75 70 75 80 80 LULUS
19. Poyem 75 70 75 75 75 LULUS
20. Tahyono 70 65 65 65 70 LULUS

Foto-foto kegiatan :
Penerimaan KKN di Aula Kecamatan Bawang

Perkenalan team KKN di balai desa Deles.



Silaturahmi dan perkenalan di SDN 2 Deles

Gambar kegiatan pendataan WB

Kegiatan selapanan rutin masyarakat Dukuh Dawuhan, Kepyar, dan Luwok


Gambar pengajian akhirusanah Madrasah Al-Ihlas Dukuh Gunung Mulyo


Gambar pengajian akhirusanah madrasah Al-Huda Dukuh Cepit


Gambar proses pembelajaran kelompok Tunas Harapan


Gambar proses pembelajaran kelompok Perintis Aksara



Gambar team kesebelasan merpati putih Bawang dan team kesebelasan KKN UNNES sebelum bertanding dalam rangka 17-an di lapangan Bawang


Gambar kegiatan karnaval 17-an kecamatan bawang




Gambar upacara HUTRI ke-64 di lapangan Bawang





Berpartisipasi dalam pertunjukan kuda lumping di Dk. Cepit desa Deles





Berpartisipasi dalam perlombaan karaoke dangdut dalam rangka memeriahkan HUTRI ke-64 di Kecamatan Bawang



Gambar kegiatan belanja bahan makanan di pasar Bawang



Gambar kegiatan keterampilan pembuatan klepon





Gambar kegiatan keterampilan pembuatan brondong




Kegiatan bimbingan belajar bersama anak-anak SD di rumah salah satu siswa





Kegiatan belajar baca tulis al-quran di mushola Dk. Losari




Gambar bersama petugas penyuluhan pertanian tingkat kecamatan Bawang


Kegiatan evaluasi warga belajar Kelompok Perintis Akasara


Kegiatan evaluasi warga belajar Kelompok Tunas Harapan



Penarikan KKN di Aula Kecamatan Bawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar